Language Talent & Final Miss Language 2025: Pesona Santri Multazam dalam Panggung Bahasa

Semarang, 23 Agustus 2025 – Suasana penuh semarak menyelimuti aula tempat berlangsungnya Language Talent & Final Miss Language 2025 yang diadakan oleh Organisasi Santri Multazam melalui Departemen Bahasa. Acara ini menjadi ajang istimewa bagi para santri untuk menampilkan bakat sekaligus menunjukkan kecerdasan mereka dalam bidang bahasa.

Babak penyisihan diawali dengan penampilan kreatif para finalis. Ada yang melantunkan nyanyian penuh penghayatan, ada yang menyampaikan pidato dengan lantang dan berwibawa, ada pula yang membacakan puisi dengan penuh penghayatan, serta menampilkan seni bertutur yang memikat. Tepuk tangan penonton menjadi bukti bahwa setiap peserta mampu menghadirkan energi positif dari panggung.

Dari penampilan tersebut, dilakukan voting yang akhirnya menyisakan tiga peserta terbaik untuk melaju ke babak final. Pada tahap inilah kecerdasan berbahasa mereka benar-benar diuji. Para finalis harus menjawab pertanyaan dalam bahasa Arab yang berkaitan dengan nahwu dan shorof, kemudian dilanjutkan dengan soal grammar dalam bahasa Inggris. Puncaknya, mereka menghadapi sesi wawancara yang menuntut kedalaman berpikir, refleksi kritis, sekaligus kematangan sikap.

Ketiga finalis tampil dengan penuh percaya diri. Mereka tidak hanya menunjukkan penguasaan teknis bahasa, tetapi juga memperlihatkan kedewasaan intelektual serta ketajaman menganalisis isu. Penonton pun dibuat kagum, sementara juri memberikan apresiasi atas kualitas jawaban yang ditampilkan.

Meski demikian, hasil akhir belum diumumkan malam itu. Pemenang Language Talent & Final Miss Language 2025 baru akan dinobatkan pada malam puncak Victoria Night, 30 Agustus 2025 mendatang. Hal ini semakin menambah rasa penasaran sekaligus antusiasme seluruh santri dan hadirin yang menanti siapa yang akan membawa pulang gelar bergengsi tersebut.

Acara ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bersama. Melalui panggung ini, Organisasi Santri Multazam menegaskan bahwa bahasa memiliki kekuatan besar: sebagai sarana komunikasi, jembatan antarbudaya, identitas, serta instrumen membangun perdamaian.